IAIN PAREPARE. Pertama dalam sejarah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Sebanyak 3 orang Dosen IAIN Parepare menjadi Panelis pada forum Akademik yang sangat bergengsi bagi Akademisi dunia. Sejumlah akademisi dari 22 negara bakal menghadiri kegiatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), di Palu Sulawesi Tengah.
Dari 3 orang Dosen IAIN Parepare itu akan mempresentasikan karya ilmiah yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-21 September 2018. Adapun yang lulus panel itu terdiri dari 1 orang lulus di invited panel, kemudian 1 orang lulus di open panel dan 1 orang lulus di selected panel. Ketiganya lolos atas undangan panitia.
Invited panel atas nama Dr. Zulfah, M.Pd dengan judul panel sessions : Skill production and teaching values in Islamic education.
Dosen yang lulus selected panel atas nama Dr. H. Muhyddin Bakry, Lc, M.Th.I dengan judul panel : The dynamic of Pesantren in Indonesia and its challenges in the millennial era.
Dan Dosen yang lulus open panel atas nama H. Islamul Haq, Lc, M.A dengan judul panel : “ Text Philology, and interpretation: The contribution of manuscriptstudies in the current muslim world.
Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengapresiasi Dosen yang lulus seleksi pada kegiatan yang dijadwalkan akan di buka oleh Menteri Agama tersebut.
“Selamat kepada para Dosen IAIN Parepare yang akan mempresentasikan karya ilmiah di ajang AICIS ke-18 di Palu. Semoga kegiatan AICIS tahun depan akan lebih banyak lagi Dosen-dosen akan menjadi panelis” tuturnya.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 September 2018
Rabu, 30 Mei 2018
Inspiratif: Primaditha, Jadi Duta GenRe Sulsel 2018
IAIN Parepare --- Primaditha Nanda Ayurida, mahasiswi semester enam dari program studi Perbankan Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare dengan tekad yang kuat kembali mengambil kesempatan yang ada di depan mata.
Belum lama di awal tahun 2018, wanita yang akrab disapa Dita ini berhasil terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia timur untuk ikut dalam kegiatan Thailand Intercultural Camp (TIC) dan pada akhir bulan Mei 2018, ia kembali menorehkan prestasi dengan berhasil memenangkan apresiasi pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) Sulawesi Selatan (Sulsel) perwakilan putri jalur pendidikan (28/05). Pemilihan tersebut diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan yang digelar selama tiga hari di Hotel Grand Malebu Makassar.
Dari 59 peserta (putra dan putri) pada jalur pendidikan dan 28 peserta (putra dan putri) pada jalur Masyarakat, Primaditha berhasil unggul dengan terpilih menjadi juara I (satu) putri pada jalur pendidikan. "Alhamdulillah, bersyukur. Ada lagi amanah baru, semoga bisa dijalankan dengan baik," harapnya saat diwawancarai via whatsapp (30/05).
[caption id="attachment_8149" align="alignnone" width="169"]
Sisi kanan (Primaditha, mahasiswi IAIN Parepare) dan sisi kiri (Nabila, Siswa SMA 5, Juara III putri). Keduanya asal kota Parepare yang ikut dalam jalur pendidikan.[/caption]
Primaditha yang selama ini aktif mengabdi di forum Anak kota Parepare sekaligus pernah menjadi Duta Anak Sulsel (2011 s/d 2013) mengaku termotivasi mengikuti ajang tersebut dikarenakan adanya kesinambungan kerja antara amanah sebelumnya. "Usia anak itu 0 (nol) sampai 18 sedangkan yang dicover duta GenRe itu sampai 24 yang fokusnya lebih kependudukan, kesehatan reproduksi sama pernikahan dini. Jadi saya rasa besar motivasiku menjadi duta GenRe karena ingin melanjutkan kegiatan yang sama dan pengabdian yang sama," jelasnya.
Menjadi duta sebagai role model BKKBN dengan menjalankan berbagai program pada generasi berencana menjadi salah satu langkah nyata dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat serta mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ke depan, jika para generasi muda berani mengambil setiap kesempatan dengan tujuan menjadi manusia bermanfaat bagi sesama maka Indonesia akan lebih maju dari segi SDM (Sumber Daya Manusia) serta hidup damai sebagai wujud kepeduliaan terhadap sesama manusia.
Belum lama di awal tahun 2018, wanita yang akrab disapa Dita ini berhasil terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia timur untuk ikut dalam kegiatan Thailand Intercultural Camp (TIC) dan pada akhir bulan Mei 2018, ia kembali menorehkan prestasi dengan berhasil memenangkan apresiasi pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) Sulawesi Selatan (Sulsel) perwakilan putri jalur pendidikan (28/05). Pemilihan tersebut diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan yang digelar selama tiga hari di Hotel Grand Malebu Makassar.
Dari 59 peserta (putra dan putri) pada jalur pendidikan dan 28 peserta (putra dan putri) pada jalur Masyarakat, Primaditha berhasil unggul dengan terpilih menjadi juara I (satu) putri pada jalur pendidikan. "Alhamdulillah, bersyukur. Ada lagi amanah baru, semoga bisa dijalankan dengan baik," harapnya saat diwawancarai via whatsapp (30/05).
[caption id="attachment_8149" align="alignnone" width="169"]
Primaditha yang selama ini aktif mengabdi di forum Anak kota Parepare sekaligus pernah menjadi Duta Anak Sulsel (2011 s/d 2013) mengaku termotivasi mengikuti ajang tersebut dikarenakan adanya kesinambungan kerja antara amanah sebelumnya. "Usia anak itu 0 (nol) sampai 18 sedangkan yang dicover duta GenRe itu sampai 24 yang fokusnya lebih kependudukan, kesehatan reproduksi sama pernikahan dini. Jadi saya rasa besar motivasiku menjadi duta GenRe karena ingin melanjutkan kegiatan yang sama dan pengabdian yang sama," jelasnya.
Menjadi duta sebagai role model BKKBN dengan menjalankan berbagai program pada generasi berencana menjadi salah satu langkah nyata dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat serta mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ke depan, jika para generasi muda berani mengambil setiap kesempatan dengan tujuan menjadi manusia bermanfaat bagi sesama maka Indonesia akan lebih maju dari segi SDM (Sumber Daya Manusia) serta hidup damai sebagai wujud kepeduliaan terhadap sesama manusia.
"Duta, Setahun Menjabat, Seumur Hidup Mengabdi, Selamanya Menebar Inspirasi"
-Primaditha Nanda Ayurida-
Kamis, 22 Maret 2018
Dr. Firman: Perguruan Tinggi dituntut Mutu atau Kualitas
STAIN Parepare --- Perkembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare tidak hanya dinilai pada wilayah sarana dan prasana saja namun juga dari segi kulitas sumber daya manusianya. Hal ini yang mendorong Pusat Penjaminan Mutu (P2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare semakin terus berupaya meningkatkan mutu atau kualitas sebuah perguruan tinggi. Adanya tantangan yang semakin kompleks di masa yang akan mendatang menjadikan sebuah perguruan tinggi harus segera survive dengan memperbaiki mutu kualitas sumber daya manusia khususnya mahasiswa yang nantinya akan menjadi alumni.
[caption id="attachment_7396" align="alignnone" width="312"]
(Foto: Saat berlangsungnya Ekspose)[/caption]

Oleh karena itu, P2M STAIN Parepare melakukan ekpose sebagai tindak lanjut dari hasil audit mutu internal akademik yang telah dilakukan sebelumnya. Ekpose ini dilakukan untuk mengukur pencapaian standar-standar yang ada dalam penetapan standar pada setiap program studi. "Tujuan sebenarnya mengetahui kekurangan dan kita menyempurnakan dan itu menjadi tanggung jawab bersama. Jadi bukan hanya tanggung jawab pimpinan, sesungguhnya semua bertanggung jawab baik itu penanggung jawab prodi, para ketua jurusan, wakil-wakil ketua termasuk kami sebagai pengawal mutu", jelas Firman kepala P2M STAIN Parepare. Dihadiri oleh para wakil ketua dan ketua-ketua jurusan serta para penanggung jwab program studi (prodi), kegiatan ekspose berlangsung di ruang seminar Pascasarjana STAIN Parepare (21/03). Pencapaian standar akan terus ditingkatkan demi kualitas alumni yang lebih baik lagi. "Alumni-alumni yang kita hasilkan itu harus dijamin kompetensinya apakah sudah tercapai, kebutuhan masyarakatnya sudah sesuai artinya kita tidak ingin mengecewakan semua yang berkepentingan. Tuntutan perguruan tinggi itu semakin tinggi, dituntut mutu kualitas, tidak bisa lagi kita melihat sepele", tambah Firman.
[caption id="attachment_7396" align="alignnone" width="312"]
Oleh karena itu, P2M STAIN Parepare melakukan ekpose sebagai tindak lanjut dari hasil audit mutu internal akademik yang telah dilakukan sebelumnya. Ekpose ini dilakukan untuk mengukur pencapaian standar-standar yang ada dalam penetapan standar pada setiap program studi. "Tujuan sebenarnya mengetahui kekurangan dan kita menyempurnakan dan itu menjadi tanggung jawab bersama. Jadi bukan hanya tanggung jawab pimpinan, sesungguhnya semua bertanggung jawab baik itu penanggung jawab prodi, para ketua jurusan, wakil-wakil ketua termasuk kami sebagai pengawal mutu", jelas Firman kepala P2M STAIN Parepare. Dihadiri oleh para wakil ketua dan ketua-ketua jurusan serta para penanggung jwab program studi (prodi), kegiatan ekspose berlangsung di ruang seminar Pascasarjana STAIN Parepare (21/03). Pencapaian standar akan terus ditingkatkan demi kualitas alumni yang lebih baik lagi. "Alumni-alumni yang kita hasilkan itu harus dijamin kompetensinya apakah sudah tercapai, kebutuhan masyarakatnya sudah sesuai artinya kita tidak ingin mengecewakan semua yang berkepentingan. Tuntutan perguruan tinggi itu semakin tinggi, dituntut mutu kualitas, tidak bisa lagi kita melihat sepele", tambah Firman.
Jumat, 20 Oktober 2017
PERESMIAN RUMAH BINAAN HASIL KERJASAMA DARMAWANITA STAIN PAREPARE BERSAMA P3M
Parepare_Jum'at/20 Oktober 2017 diadakan Persemian Rumah Binaan yang dilaksanakan oleh Darmawanita STAIN Parepare yang bekerjasama bersama Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) dan langsung dihadiri oleh Ketua STAIN Parepare. Menurut St. Mulyani selaku Ketua Darmawanita bahwa Tahun ini adalah tahun ketiga Darmawanita melaksanakan program Rumah Binaan yang dimana tahun pertama terletak di daerah Tonrangeng, Tahun Kedua terletak di Lembah Harapan dan Tahun ketiga terletak di Geddonge atau Jl. Keterampilan BLK, Bukan hanya itu program Rumah Binaan tahun ini yang dilakukan oleh Darmawanita melakukan kerjasama bersama Pusat Penelitan dan Pengabdian pada Masyarakat sebab menurut Sekertaris P3M yakni St. Jamilah mengungkapkan bahwa saat ini Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masayrakat (P3M) memiliki program pembinaan masyarakat marginal itulah mengapa P3M dan Darmawanita STAIN Parepare melakukan kerjasama.
Rabu, 20 September 2017
Sugisman, Peraih 4 Piala Tarbiyah Award 2017
STAIN Parepare-Tarbiyah award sebagai acara tahunan yang digelar oleh jurusan Tarbiyah dan Adab STAIN Parepare yang diselenggarakan pada tanggal 13-14 September 2017. Kini, melahirkan nama-nama mahasiswa sebagai pemenang dari beberapa lomba yang dilaksanakan tahun ini.
Seperti Sugisman, salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil meraih 4 piala. Senyum kesyukuran tidak dapat disembunyikan dari raut wajahnya saat keluar dari gedung Auditorium STAIN Parepare usai pembukaan kuliah yang dirangkaikan pengumuman pemenang Tarbiyah Award. Mantan ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) STAIN Parepare tahun 2016 ini mengaku berhasil menjadi pemenang beberapa lomba, diantaranya juara I Duta Tarbiyah, Juara I Duta Baca, Juara I Debat Ilmiah dan juara 2 Microteaching.
Mahasiswa yang berasal dari dusun Leba-leba kecamatan Sendana kabupaten Majene mengatakan untuk tetap berproses, jangan malu dan jangan takut berorganisasi. Menurutnya banyak ilmu yang ia dapatkan dari organisasi yang tidak didapatkan dibangku perkuliahan.
“ Langkah awal dan niat yang tulus, kemudian keluar dari rumah langkahkan kaki kanan dulu dan ucapkan basmalah. InsyaAllah semuanya akan mulus”, pesan Sugisman mahasiswa semester 7 prodi PAI jurusan Tarbiyah dan Adab STAIN Parepare.
Seperti Sugisman, salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil meraih 4 piala. Senyum kesyukuran tidak dapat disembunyikan dari raut wajahnya saat keluar dari gedung Auditorium STAIN Parepare usai pembukaan kuliah yang dirangkaikan pengumuman pemenang Tarbiyah Award. Mantan ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) STAIN Parepare tahun 2016 ini mengaku berhasil menjadi pemenang beberapa lomba, diantaranya juara I Duta Tarbiyah, Juara I Duta Baca, Juara I Debat Ilmiah dan juara 2 Microteaching.
Mahasiswa yang berasal dari dusun Leba-leba kecamatan Sendana kabupaten Majene mengatakan untuk tetap berproses, jangan malu dan jangan takut berorganisasi. Menurutnya banyak ilmu yang ia dapatkan dari organisasi yang tidak didapatkan dibangku perkuliahan.
“ Langkah awal dan niat yang tulus, kemudian keluar dari rumah langkahkan kaki kanan dulu dan ucapkan basmalah. InsyaAllah semuanya akan mulus”, pesan Sugisman mahasiswa semester 7 prodi PAI jurusan Tarbiyah dan Adab STAIN Parepare.
Senin, 05 Juni 2017
STAIN PAREPARE PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI
STAIN PAREPARE. Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding father, para Ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita. Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman dari Sabang sampai marauke adalah keberagaman. Dari miangas sampai rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnik, bahasa, adar istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke bhinekaan tunggal ika-an kita.
Dalam rangka meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, Menghayati dan mengamalkan nilai nilai Luhur Pancasila sebagai Dasar Bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di berbagai Kampus di Gelar Upacara hari Lahir Pancasila. Seperti yang di laksanakan di Kampus STAIN Parepare dilaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari lahir Pancasila dengan Pembina Upacara Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si . Turut hadir Para Para Wakil Ketua, Para ketua Jurusan, Kepala Unit dan pusat, Dosen dan karyawan, Dewan mahasiswa, Para pengurus ORMAWA dalam lingkup STAIN Parepare .
Dalam amanat Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan oleh Pembina upacara menyampaikan perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh Radikalisme, Konflik sosial, Terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kita bisa terhindar dari Masalah tersebut. " Saya mengajak peran aktif para ulama, Ustadz, Pendeta, Pastor, bhiksu, Pedanda, tokoh Masyarakat, Pendidik, Pelaku seni dan budaya, pelaku media, Jajaran Birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga pancasila " Tutur Presiden Joko Widodo yang disampaikan oleh Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si , Kamis I Juni 2017.
Dalam rangka meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, Menghayati dan mengamalkan nilai nilai Luhur Pancasila sebagai Dasar Bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di berbagai Kampus di Gelar Upacara hari Lahir Pancasila. Seperti yang di laksanakan di Kampus STAIN Parepare dilaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari lahir Pancasila dengan Pembina Upacara Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si . Turut hadir Para Para Wakil Ketua, Para ketua Jurusan, Kepala Unit dan pusat, Dosen dan karyawan, Dewan mahasiswa, Para pengurus ORMAWA dalam lingkup STAIN Parepare .
Dalam amanat Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan oleh Pembina upacara menyampaikan perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh Radikalisme, Konflik sosial, Terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kita bisa terhindar dari Masalah tersebut. " Saya mengajak peran aktif para ulama, Ustadz, Pendeta, Pastor, bhiksu, Pedanda, tokoh Masyarakat, Pendidik, Pelaku seni dan budaya, pelaku media, Jajaran Birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga pancasila " Tutur Presiden Joko Widodo yang disampaikan oleh Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si , Kamis I Juni 2017.
Minggu, 14 Mei 2017
PEMBEKALAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) TAHUN 2017
STAIN PAREPARE. Sebanyak 725 Mahasiswa mengikuti Kuliah Pengabdian masyarakat (KPM) STAIN Parepare tahun 2017. kegiatan ini berlangsung selama 4 hari yang di bagi dalam 2 sesi. Sesi pertama tanggal 13- 14 Mei 2017 dan sesi kedua tanggal 20-21 Mei 2017 bertempat di auditorium, sabtu 13/5/2017.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si yang didampingi oleh Kepala P3M, Dr. Zainal Said, M.H dan diikuti oleh Dosen pembimbing lapangan, para ketua jurusan, Kepala Pusat dan unit ,panitia dan seluruh calon peserta KPM tahun 2017.
Kegiatan KPM tahun ini mengusung tema” STAIN Parepare Penyejuk Untuk Semua”. Tema ini mengandung makna bahwa para calon KPM diharapkan menjadi inspirasi masyarakat dilokasi. Ini seiring dengan perubahan paradigma pengabdian masyarakat Tahun ini. Ada hal menarik terkait dengan perubahan nama yang pada tahun-tahun sebelumnya disebut Kuliah kerja Nyata ( KKN), maka pada tahun ini pengistilahan itu berubah menjadi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM).
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengatakan bahwa pada tahun ini kita akan melakukan tranformasi bentuk KKN yang konvensional menjadi KPM berbasis pada pengabdian kepada masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
” Terjadinya perubahan nama dari KKN menjadi KPM adalah merupakan instruksi menteri Agama RI. Walaupun istilah ini bukanlah secara nasional diberlakukan tetapi tiap PTKIN disilahkan memilih nama sebagai pengganti istilah KKN ini, dan kita di STAIN Parepare menggunakan nama Kuliah pengabdian Masyarakat (KPM).alasan mengubah nama KKN menjadi KPM karena istilah KKN ini sudah kurang bagus dan tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang.” Tutur ahmad Sultra” Kita sangat menyadari bahwa penelitian selama ini baru beberapa judul yang memiliki kualitas, daya kompetitif, daya relevansi. oleh karena itu workshop ini di laksanakan dalam rangka untuk memberikan gaya tersendiri bagi STAIN Parepare”.tutur Ahmad Sultra.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si yang didampingi oleh Kepala P3M, Dr. Zainal Said, M.H dan diikuti oleh Dosen pembimbing lapangan, para ketua jurusan, Kepala Pusat dan unit ,panitia dan seluruh calon peserta KPM tahun 2017.
Kegiatan KPM tahun ini mengusung tema” STAIN Parepare Penyejuk Untuk Semua”. Tema ini mengandung makna bahwa para calon KPM diharapkan menjadi inspirasi masyarakat dilokasi. Ini seiring dengan perubahan paradigma pengabdian masyarakat Tahun ini. Ada hal menarik terkait dengan perubahan nama yang pada tahun-tahun sebelumnya disebut Kuliah kerja Nyata ( KKN), maka pada tahun ini pengistilahan itu berubah menjadi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM).
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengatakan bahwa pada tahun ini kita akan melakukan tranformasi bentuk KKN yang konvensional menjadi KPM berbasis pada pengabdian kepada masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
” Terjadinya perubahan nama dari KKN menjadi KPM adalah merupakan instruksi menteri Agama RI. Walaupun istilah ini bukanlah secara nasional diberlakukan tetapi tiap PTKIN disilahkan memilih nama sebagai pengganti istilah KKN ini, dan kita di STAIN Parepare menggunakan nama Kuliah pengabdian Masyarakat (KPM).alasan mengubah nama KKN menjadi KPM karena istilah KKN ini sudah kurang bagus dan tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang.” Tutur ahmad Sultra” Kita sangat menyadari bahwa penelitian selama ini baru beberapa judul yang memiliki kualitas, daya kompetitif, daya relevansi. oleh karena itu workshop ini di laksanakan dalam rangka untuk memberikan gaya tersendiri bagi STAIN Parepare”.tutur Ahmad Sultra.
Sabtu, 15 April 2017
P3M ADAKAN WORKSHOP PENELITIAN TINGKAT MENENGAH
STAIN PAREPARE. Dalam rangka meningkatkan kualitas hasil penelitian bagi dosen, Pusat Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat (P3M) STAIN Parepare mengadakan workshop penelitian tingkat menengah. kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, tanggal 14 s/d 15 April 2017 bertempat diruang seminar jurusan Tarbiyah dan Adab. Jum'at 14/4/2017.
Workshop penelitian tingkat menengah ini di buka secara resmi oleh Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si yang didampingi oleh Kepala P3M, Dr. Zainal Said, M.H dan diikuti oleh Dosen tetap non PNS dengan menghadirkan narasumber, Dr. Hasse, M.A (Dosen PPS UGM Yogyakarta).
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengatakan bahwa kepada para dosen yang akan melakukan penelitian yang sifatnya kompetitif agar terlebih dahulu mengikuti workshop penelitian tingkat menengah agar penelitian yang dilakukannya memperoleh hasil yang baik sesuai dengan visi lembaga kita, yakni kampus yang kompetitif, kampus yang mampu membawa pada kesejahteraan masyarakat.
" Kita sangat menyadari bahwa penelitian selama ini baru beberapa judul yang memiliki kualitas, daya kompetitif, daya relevansi. oleh karena itu workshop ini di laksanakan dalam rangka untuk memberikan gaya tersendiri bagi STAIN Parepare".tutur Ahmad Sultra.
Lebih lanjut ia sangat mengharapkan kepada peserta untuk dapat mengikuti workshop ini dengan baik.
Workshop penelitian tingkat menengah ini di buka secara resmi oleh Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si yang didampingi oleh Kepala P3M, Dr. Zainal Said, M.H dan diikuti oleh Dosen tetap non PNS dengan menghadirkan narasumber, Dr. Hasse, M.A (Dosen PPS UGM Yogyakarta).
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengatakan bahwa kepada para dosen yang akan melakukan penelitian yang sifatnya kompetitif agar terlebih dahulu mengikuti workshop penelitian tingkat menengah agar penelitian yang dilakukannya memperoleh hasil yang baik sesuai dengan visi lembaga kita, yakni kampus yang kompetitif, kampus yang mampu membawa pada kesejahteraan masyarakat.
" Kita sangat menyadari bahwa penelitian selama ini baru beberapa judul yang memiliki kualitas, daya kompetitif, daya relevansi. oleh karena itu workshop ini di laksanakan dalam rangka untuk memberikan gaya tersendiri bagi STAIN Parepare".tutur Ahmad Sultra.
Lebih lanjut ia sangat mengharapkan kepada peserta untuk dapat mengikuti workshop ini dengan baik.
Minggu, 19 Maret 2017
TIM ASESOR BAN-PT MELAKUKAN VISITASI DI STAIN PAREPARE
STAIN PAREPARE.Tim Asesor BAN-PT melakukan visitasi di STAIN Parepare, bertempat di Zona Akreditasi lantai II, Ahad 19/3/2017.
Kehadiran Tim Asesor yang terdiri dari Prof.Dr. R. Madhakomala, M.Pd (Universitas Negeri jakarta) dan Dr. Mahmud Arif, M.Ag ( Universitas Islam Negeri Yogyakarta) dalam rangka visitasi prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan tarbiyah dan adab. Sebelum melakukan visitasi, tim asesor terlebih dahulu jalan-jalan melihat kondisi kampus dan selanjutnya di terima diruang Ketua STAIN Parepare.
Dalam acara penerimaannya, Ketua STAIN parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan M.Si lebih banyak menyampaikan kondisi STAIN saat ini yang sedang dalam proses perubahan bentuk dari STAIN ke IAIN. Dia juga menyampaikan sebagai bahan informasi ke tim Asesor bahwa Prodi yang akan divisitasi saat ini adalah merupakan prodi tertua di STAIN Parepare.
" kedatangan tim asesor akan memberikan berkah pada kita dan saya harap kepada bapak/ibu untuk memberikan data yang sebenarnya, bukan data yang dibuat-buat kepada kedua asesor kita dan perlu juga saya sampaikan kepada tim asesor bahwa pada saat ini STAIN Parepare sudah memiliki 23 prodi untuk program S1, ditambah3 prodi untuk Pascasarjana sehingga total 26 prodi." ungkap Ahmad Sultra Rustan.
Salah seorang tim asesor, Prof. Dr.R. Madhakomala, M.Pd mengungkapkan rasa senangnya berada di kampus STAIN Parepare setelah di ajak keliling kampus.
"Kampus ini bagus sekali, saya sangat senang datang disini dengan sambutan yang ramah dan kami mohon bantuannya untuk memberikan kami data berdasarkan apa yang telah tertulis di borang." harapnya.
Kehadiran Tim Asesor yang terdiri dari Prof.Dr. R. Madhakomala, M.Pd (Universitas Negeri jakarta) dan Dr. Mahmud Arif, M.Ag ( Universitas Islam Negeri Yogyakarta) dalam rangka visitasi prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan tarbiyah dan adab. Sebelum melakukan visitasi, tim asesor terlebih dahulu jalan-jalan melihat kondisi kampus dan selanjutnya di terima diruang Ketua STAIN Parepare.
Dalam acara penerimaannya, Ketua STAIN parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan M.Si lebih banyak menyampaikan kondisi STAIN saat ini yang sedang dalam proses perubahan bentuk dari STAIN ke IAIN. Dia juga menyampaikan sebagai bahan informasi ke tim Asesor bahwa Prodi yang akan divisitasi saat ini adalah merupakan prodi tertua di STAIN Parepare.
" kedatangan tim asesor akan memberikan berkah pada kita dan saya harap kepada bapak/ibu untuk memberikan data yang sebenarnya, bukan data yang dibuat-buat kepada kedua asesor kita dan perlu juga saya sampaikan kepada tim asesor bahwa pada saat ini STAIN Parepare sudah memiliki 23 prodi untuk program S1, ditambah3 prodi untuk Pascasarjana sehingga total 26 prodi." ungkap Ahmad Sultra Rustan.
Salah seorang tim asesor, Prof. Dr.R. Madhakomala, M.Pd mengungkapkan rasa senangnya berada di kampus STAIN Parepare setelah di ajak keliling kampus.
"Kampus ini bagus sekali, saya sangat senang datang disini dengan sambutan yang ramah dan kami mohon bantuannya untuk memberikan kami data berdasarkan apa yang telah tertulis di borang." harapnya.
Selasa, 14 Maret 2017
PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI ADAKAN TUDANG SIPULUNG
STAIN PAREPARE.Beasiswa bidik misi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bagi Mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik.
Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak Mahasiswa dinyatakan diterima di pergutuan tinggi selama 8 semester untuk program S1. Beasiswa ini berupa pembebasan dari seluruh biaya pendidikan selama diperguruan tinggi, baik uang pangkal maupun SPP per semester. Selain itu Mahasiswa penerima beasiswa juga menerima uang saku untuk biaya kuliahnya yang akan diterimanya setiap 6 bulan sekali.
Pada Selasa, 14 Maret 2017 bertempat di Auditorium STAIN parepare telah dilaksanakan Tudang Sipulung bagi penerima beasiswa bidik misi STAIN Parepare yang dihadiri oleh Pimpinan dan pengelolah beasiswa bidik misi, diantara pimpinan yang hadir yaitu Dr.Abubakar Juddah, M.Pd (Wakil Ketua bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama), Dr.H.Sudirman,L,M.H ( Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan), Muh.Jafar, S.Ag, M.Ag ( Kasubag PKA), Sunandar, S.Pd.I,M.Pd.I ( Kordinator Pengelolah Akademik) beserta pengelolah beasiswa bidik misi STAIN Parepare. Dr. Abu bakar Juddah, M.Pd saat memberikan arahan kepada kurang lebih 150 Mahasiswa Penerima beasiswa bidik misi mengungkapkan bahwa para Mahasiswa hendaknya belajar dengan penuh kesungguhan dan jangan mengecewakan orang tua. Abu Bakar juga mengingatkan bahwa ada standar IPK yang harus diperhatikan oleh para penerima beasiswa bidik misi ini. jika IPK yang dimaksud tidak tercapai maka hal itu dapat membuat penerima beasiswa bidik misi terputus.
Hal senada diungkapkan Sunandar, S.Pd.I, M.Pd.I selaku pengelola beasiswa bidik misi mengatakan bahwa hal yang menjadi penekanan bagi mahasiswa penerima beasiswa bidik misi ini adalah kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam menyetor laporan.
" Dari presentase penerima tahun 2013 itu dari 20 orang penerima beasiswa bidik misi, masih ada 8 orang yang belum menyetor laporannya. dan kalau kami konsisten seperti yang disampaikan pimpinan, saya tidak akan berani membuat permohonan pencairan ketika belum rampun semuanya, tapi apabila kita lakukan itu akan menghalangi yang lain. jadi sekali lagi segera menyampaikan kepada temannya yang lain untuk segera menyetor laporannya". harap Sunandar.
Kegiatan ini di akhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta.
Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak Mahasiswa dinyatakan diterima di pergutuan tinggi selama 8 semester untuk program S1. Beasiswa ini berupa pembebasan dari seluruh biaya pendidikan selama diperguruan tinggi, baik uang pangkal maupun SPP per semester. Selain itu Mahasiswa penerima beasiswa juga menerima uang saku untuk biaya kuliahnya yang akan diterimanya setiap 6 bulan sekali.
Pada Selasa, 14 Maret 2017 bertempat di Auditorium STAIN parepare telah dilaksanakan Tudang Sipulung bagi penerima beasiswa bidik misi STAIN Parepare yang dihadiri oleh Pimpinan dan pengelolah beasiswa bidik misi, diantara pimpinan yang hadir yaitu Dr.Abubakar Juddah, M.Pd (Wakil Ketua bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama), Dr.H.Sudirman,L,M.H ( Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan), Muh.Jafar, S.Ag, M.Ag ( Kasubag PKA), Sunandar, S.Pd.I,M.Pd.I ( Kordinator Pengelolah Akademik) beserta pengelolah beasiswa bidik misi STAIN Parepare. Dr. Abu bakar Juddah, M.Pd saat memberikan arahan kepada kurang lebih 150 Mahasiswa Penerima beasiswa bidik misi mengungkapkan bahwa para Mahasiswa hendaknya belajar dengan penuh kesungguhan dan jangan mengecewakan orang tua. Abu Bakar juga mengingatkan bahwa ada standar IPK yang harus diperhatikan oleh para penerima beasiswa bidik misi ini. jika IPK yang dimaksud tidak tercapai maka hal itu dapat membuat penerima beasiswa bidik misi terputus.
Hal senada diungkapkan Sunandar, S.Pd.I, M.Pd.I selaku pengelola beasiswa bidik misi mengatakan bahwa hal yang menjadi penekanan bagi mahasiswa penerima beasiswa bidik misi ini adalah kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam menyetor laporan.
" Dari presentase penerima tahun 2013 itu dari 20 orang penerima beasiswa bidik misi, masih ada 8 orang yang belum menyetor laporannya. dan kalau kami konsisten seperti yang disampaikan pimpinan, saya tidak akan berani membuat permohonan pencairan ketika belum rampun semuanya, tapi apabila kita lakukan itu akan menghalangi yang lain. jadi sekali lagi segera menyampaikan kepada temannya yang lain untuk segera menyetor laporannya". harap Sunandar.
Kegiatan ini di akhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta.
Senin, 06 Maret 2017
TIM PANITIA KKN XXI TAHUN 2017 STAIN PAREPARE TEMUI BUPATI ENREKANG
STAIN PAREPARE.Tim Panitia KKN Angkatan XXI Tahun 2017 STAIN Parepare menemui Bupati Kabupaten Enrekang dalam rangka Audiensi tentang lokasi KKN XXI STAIN Parepare Tahun 2017.
Tim panitia bersama dengan rombongan terdiri dari Kepala P3M Dr. Zainal Said, M.H, Sekretaris P3M Dr. Jamilah Amin, M.Ag, Ketua Panitia KKN XXI Iskandar, S.Ag, M.Sos.I, Sekretaris Panitia Islamulhaq, M.A serta Devisi Pengabdian pada masyarakat Rustan Efendi, M.Pd, diterima langsung oleh Bupati Enrekang H. Muslimin Bando di rumah jabatan pada pukul 10.30 wita, Senin 6 Maret 2017.
Dalam pertemuan itu, H. Muslimin Bando sangat terbuka dan mengapresiasi keinginan STAIN Parepare menempatkan Mahasiswanya ber-KKN di wilayahnya.
"Pada prinsipnya saya sangat setuju Kabupaten Enrekang dijadikan lokasi KKN STAIN Parepare, karena saya tau persis STAIN Parepare selain membawa misi Keagamaan, juga dapat memberi motifasi kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan Tinggi, disamping itu dengan kehadiran KKN ini saya selaku pemerintah daerah sangat mengharapkan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat baik dari segi Agama maupun dari segi peningkatan Kesejahteraan Masyarakat" harap Muslimin Bando.
Kepala P3M, Zainal Said langsung merespon harapan dan keinginan Bupati tersebut, sehingga tepat pukul 11.45 seusai audiensi dengan Bupati di Rujab, rombongan Tim langsung menemui SKPD yang terkait.
"Pelaksanaan KKN Tahun ini kita lebih fokus KKN dalam rangka pemberdayaan Masyarakat, sehingga nantinya ketika Mahasiswa sudah dilokasi kami akan sinergikan dengan program pemerintah Daerah sehingga hari ini juga kami akan melakukan audiensi dengan Dinas-dinas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.
Adapun Dinas yang menjadi sasaran Panitia adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura, Dinas Pemuda, olahraga dan Pariwisata, Dinas BKKBN, dan terakhir adalah Dinas Kesehatan.
Tim panitia bersama dengan rombongan terdiri dari Kepala P3M Dr. Zainal Said, M.H, Sekretaris P3M Dr. Jamilah Amin, M.Ag, Ketua Panitia KKN XXI Iskandar, S.Ag, M.Sos.I, Sekretaris Panitia Islamulhaq, M.A serta Devisi Pengabdian pada masyarakat Rustan Efendi, M.Pd, diterima langsung oleh Bupati Enrekang H. Muslimin Bando di rumah jabatan pada pukul 10.30 wita, Senin 6 Maret 2017.
Dalam pertemuan itu, H. Muslimin Bando sangat terbuka dan mengapresiasi keinginan STAIN Parepare menempatkan Mahasiswanya ber-KKN di wilayahnya.
"Pada prinsipnya saya sangat setuju Kabupaten Enrekang dijadikan lokasi KKN STAIN Parepare, karena saya tau persis STAIN Parepare selain membawa misi Keagamaan, juga dapat memberi motifasi kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan Tinggi, disamping itu dengan kehadiran KKN ini saya selaku pemerintah daerah sangat mengharapkan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat baik dari segi Agama maupun dari segi peningkatan Kesejahteraan Masyarakat" harap Muslimin Bando.
Kepala P3M, Zainal Said langsung merespon harapan dan keinginan Bupati tersebut, sehingga tepat pukul 11.45 seusai audiensi dengan Bupati di Rujab, rombongan Tim langsung menemui SKPD yang terkait.
"Pelaksanaan KKN Tahun ini kita lebih fokus KKN dalam rangka pemberdayaan Masyarakat, sehingga nantinya ketika Mahasiswa sudah dilokasi kami akan sinergikan dengan program pemerintah Daerah sehingga hari ini juga kami akan melakukan audiensi dengan Dinas-dinas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.
Adapun Dinas yang menjadi sasaran Panitia adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura, Dinas Pemuda, olahraga dan Pariwisata, Dinas BKKBN, dan terakhir adalah Dinas Kesehatan.
Jumat, 17 Februari 2017
KAKANWIL KEMENAG SULTRA MENJADI PEMBICARA DI ACARA RAKER STAIN.
STAIN PAREPARE. STAIN Parepare kini terus berupaya untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan dan realistis, ini terbukti di sela-sela rapat kerja STAIN Parepare yang dihadiri oleh peserta yang terdiri dari para Wakil Ketua, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Direktur PPS, para Ketua Prodi, Kepala Pusat, Kepala Unit dan Wakil dari lembaga Kemahasiswaan yang berlangsung di Hotel dbilzt Kendari, Jumat 17 Februari 2017. panitia menghadirkan pembicara dari mantan Auditor Kementerian Agama yang juga Kakanwil Kementerian Agama Propinsi Sulawesi Tenggara H. Mohammad Ali Irfan, S.E, M.M, M.Ak.
Di hadapan para peserta raker H.Mohammad Ali Imran menyampaikan beberapa hal terkait dengan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel diantaranya adalah memperbaiki pengelolaan administrasi keuangan karena yang banyak terjerat hukum para pejabat negara dalam hal keuangan adalah karena kesalahan administrasi. papar Mohammad Ali Irfan.
Acara ini diakhiri dengan penyerahan cendramata dari Ketua STAIN parepare kepada Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara.
Di hadapan para peserta raker H.Mohammad Ali Imran menyampaikan beberapa hal terkait dengan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel diantaranya adalah memperbaiki pengelolaan administrasi keuangan karena yang banyak terjerat hukum para pejabat negara dalam hal keuangan adalah karena kesalahan administrasi. papar Mohammad Ali Irfan.
Acara ini diakhiri dengan penyerahan cendramata dari Ketua STAIN parepare kepada Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara.
Langganan:
Postingan (Atom)